Tools Sat-Set Bebas Ribet!

Ringkasan Cepat: Kalender Selamatan Kematian adalah alat otomatis untuk menghitung tanggal pasti peringatan tahlilan/selamatan orang yang meninggal dunia (hari ke-3, 7, 40, 100, Mendhak 1-2, hingga Nyewu/1000 hari). Sistem melengkapi hasil dengan Weton & Pasaran Jawa secara otomatis dan rahasia.

Kalender Selamatan 40/100/1000 Hari

Cek tanggal pasti peringatan tahlilan & hari pasaran Jawa.

Jadwal Tanggal Selamatan & Tahlilan

Memahami Tradisi Selamatan & Peringatan Wafat dalam Budaya Jawa

Dalam tradisi Islam Nusantara dan kebudayaan Jawa (Kejawen), peringatan selamatan kematian atau tahlilan diadakan sebagai wujud doa dan penghormatan bagi almarhum/almarhumah. Rangkaian peringatan ini dihitung berdasarkan penanggalan kalender Masehi yang dipadukan dengan perputaran Pasaran Jawa (Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon).

Tabel Matriks Peringatan Kematian & Makna Tradisinya

Istilah Peringatan Rumus Perhitungan Hari Makna & Tujuan Peringatan
Geblag (Hari Wafat)Hari Ke-1 saat meninggalAwal pengiriman doa tahlilan dan penghormatan.
Nelung DinaHari Ke-3 dari wafatPeringatan doa tahlil hari ketiga.
Mitung DinaHari Ke-7 dari wafatPenutupan tahlilan berturut-turut fase pertama.
Matang Puluh DinaHari Ke-40 dari wafatPeringatan 40 hari lepasnya ikatan fisik.
Nyatus DinaHari Ke-100 dari wafatPeringatan 100 hari menyempurnakan doa.
Mendhak Pisan1 Tahun Jawa (~354 Hari)Peringatan genap 1 tahun meninggal dunia.
Mendhak Pindho2 Tahun Jawa (~708 Hari)Peringatan genap 2 tahun meninggal dunia.
Nyewu (1000 Hari)Hari Ke-1000 dari wafatPeringatan puncak akhir selamatan kematian.

Aturan Perhitungan "Waktu Maghrib" pada Penanggalan Jawa

Sangat penting memperhatikan jam wafat almarhum/almarhumah. Penanggalan Masehi berganti hari pada pukul 00:00 tengah malam, sedangkan kalender tradisional Jawa berganti hari pada saat Matahari Terbenam / Waktu Maghrib (sekitar 18:00 WIB).

Jika seseorang meninggal pada hari Senin pukul 19:30 malam, secara kalender Masehi tanggal tersebut adalah hari Senin. Namun secara Pasaran Jawa, almarhum/almarhumah dihitung sudah memasuki hari Selasa (karena sudah melewati waktu Maghrib).

Pertanyaan Sering Ditanyakan (FAQ)

Mengapa tanggal Mendhak 1 tahun tidak tepat 365 hari?
Sebab perhitungan Mendhak (Peringatan Tahun) dalam tradisi Jawa mengacu pada kalender Komariah/Hijriah (Siklus Bulan) di mana 1 tahun terdiri dari 354 atau 355 hari, bukan kalender Syamsiah/Masehi (365 hari).
Apakah tahlilan harus selalu dilaksanakan malam hari?
Umumnya masyarakat menyelenggarakan acara doa tahlilan pada malam hari sebelum tanggal peringatan tersebut tiba (malam menjelang hari H) untuk mempermudah kehadiran sanak kerabat dan tetangga sekitar.

Dasar Rujukan & Kebudayaan

Referensi Tradisi: Konversi matriks kalender selamatan kematian ini mengacu pada pedoman standar Kitab Primbon Betaljemur Adammakna dan tradisi kebudayaan masyarakat Jawa-Islam Nusantara.