Tools Sat-Set Bebas Ribet!

Ringkasan Cepat: Kalkulator kalender kematian SipDeh digunakan untuk hitung tanggal wafat, geblag, serta jadwal peringatan tahlilan/selamatan multi-tradisi (Islam & Jawa: nelung dino 3 hari, mitung dino 7 hari, matang puluh 40 hari, nyatus 100 hari, mendhak, & 1000 hari nyewu; Katolik: Misa Arwah; Kristen: Ibadat Penghiburan; Hindu-Bali: Pitra Yadnya 12 & 42 Hari; Tionghoa/Buddha: Sembahyang Leluhur Jing Zu 49 Hari; serta Umum Masehi). Dilengkapi fitur otomatis export kalender ICS/Google, draf WA kirim doa, & cetak kuitansi online gratis.

Kalkulator Kalender Kematian & Selamatan Doa Arwah

Cek tanggal tepat tahlilan, misa arwah, ibadat penghiburan, pitra yadnya, & sembahyang leluhur.

Jadwal Tanggal Selamatan & Tahlilan

๐Ÿ’ก Rumus Hitungan Geblag & Pasaran Jawa:

Perhitungan Geblag (Hari Wafat) dihitung sebagai Hari Ke-1. Jika wafat setelah Maghrib, tanggal Masehi & Weton Pasaran otomatis bergeser ke esok harinya sesuai patokan penanggalan Jawa/Hijriah.

๐Ÿงพ Buat Kuitansi / Bukti Pembelian Konsumsi & Tenda

Tools Administrasi & Tradisi Terkait:

Panduan Kalender Kematian & Tradisi Doa Arwah Nusantara

Di Indonesia, perayaan peringatan kematian merupakan tradisi keagamaan dan kebudayaan yang kuat. Masyarakat menyelenggarakan acara selamatan, kenduri, atau tahlilan untuk kirim doa keselamatan dan ampunan bagi almarhum/almarhumah. Penghitungan kalender kematian ini didasarkan pada tanggal wafat yang dikalkulasikan secara khusus sesuai tradisi kepercayaan masing-masing.

1. Komparasi Siklus Doa Peringatan Arwah Lintas Tradisi

Tradisi & Kepercayaan Sebutan Ritual Doa Tahapan Peringatan Hari Utama
Islam & Jawa Tahlilan, Yasinan, Kenduri, Haul Geblag (1), Nelung Dino (3), Mitung Dino (7), Matang Puluh (40), Nyatus (100), Mendhak 1 & 2, Nyewu (1000 Hari)
Katolik Misa Arwah & Peringatan Katolik Hari H Wafat (1), 3 Hari, 7 Hari, 40 Hari, 100 Hari, Peringatan 1 Tahun, Peringatan 2 Tahun, 1000 Hari
Kristen Protestan Ibadat Penghiburan & Peringatan Duka Hari H Pemakaman (1), 3 Hari, 7 Hari, 40 Hari, Peringatan 1 Tahun, Peringatan 2 Tahun
Hindu & Hindu-Bali Pitra Yadnya & Peringatan Wafat Hari H Wafat (Meti), 3 Hari (Nelu Dina), 7 Hari (Mitung Dina), 12 Hari (Rorasin), 42 Hari (1 Bulan 7 Hari / Ngunus Tutus), 100 Hari (Nyatus), 1 Tahun (Ngewangun), 1000 Hari (Nyewu)
Tionghoa & Buddha Sembahyang Leluhur (Jing Zu) Hari H Wafat (1), Qi Ri (7 Hari), 49 Hari (Si Shi Jiu Ri), ็™พๆ—ฅ/Bai Ri (100 Hari), Xing Sang (1 Tahun), Duo Sang (3 Tahun)
Umum & Masehi Peringatan Hari Wafat Masehi Hari Wafat (1), 3 Hari, 7 Hari, 30 Hari, 40 Hari, 100 Hari, 1 Tahun (365 Hari), 2 Tahun, 1000 Hari

2. Memahami Rumus Geblag dan Pasaran Jawa

Rumus perhitungan Jawa menggunakan kombinasi hari Masehi dan 5 hari pasaran (Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon). Penentuan geblag menjadi dasar acuan untuk menghitung jatuh tempo matang puluh (40 hari), nyatus (100 hari), hingga nyewu (1000 hari). Penggunaan kalkulator online ini memudahkan keluarga menentukan tanggal pasti Masehi dan Weton Pasaran secara otomatis tanpa perlu menghitung kalender manual.

Pertanyaan Sering Ditanyakan (FAQ Kalender Kematian)

Bagaimana hitungan 1 hari meninggal dalam tradisi Islam & Jawa (Geblag)?
Hari wafat/meninggal dianggap sebagai Hari Ke-1 (Geblag). Jika seseorang wafat di atas jam 18:00 (setelah maghrib), dalam penanggalan tradisional Jawa hari tersebut sudah dihitung masuk ke hari/pasaran esok harinya.
Mengapa tanggal Mendhak 1 tahun tidak tepat 365 hari Masehi?
Sebab perhitungan Mendhak (Peringatan Tahun) dalam tradisi Jawa mengacu pada kalender Komariah/Hijriah di mana 1 tahun terdiri dari 354 atau 355 hari, bukan kalender Syamsiah/Masehi (365 hari).
Apa saja tahapan penting peringatan wafat dalam tradisi Hindu & Hindu-Bali (Pitra Yadnya)?
Tahapan utama mencakup Hari Wafat (Meti), 3 Hari (Nelu Dina), 7 Hari (Mitung Dina), 12 Hari (Rorasin), 42 Hari (Bulan Pitung Dina / 1 Bulan 7 Hari Bali / Ngunus Tutus), 100 Hari (Nyatus), 1 Tahun (Ngewangun), dan 1000 Hari (Nyewu/Puncak Yadnya).
Apa fungsi dari ritual Sembahyang 49 Hari dalam tradisi Tionghoa (Jing Zu)?
Dalam tradisi Tionghoa/Buddha, masa 49 hari (Si Shi Jiu Ri) dianggap sebagai periode penting proses transisi arwah sebelum terlahir kembali, sehingga keluarga menggelar ritual sembahyang leluhur setiap 7 hari sekali hingga hari ke-49.

Dasar Rujukan Edukasi

Referensi Tradisi: Konversi matriks kalender selamatan kematian ini mengacu pada pedoman Kitab Primbon Betaljemur Adammakna, Tata Ibadat Misa Arwah Liturgi Katolik, Persekutuan Ibadat Penghiburan Kristen, Pedoman Pitra Yadnya Hindu-Bali, serta Pedoman Sembahyang Leluhur Tradisi Tionghoa (Jing Zu).