Komponen Utama Perhitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB)
Menyusun RAB yang terstruktur membantu pemilik bangunan menghindari pembengkakan dana di tengah jalan (*cost overrun*). Perhitungan RAB yang rasional membagi alokasi dana secara proporsional antara bahan material dan jasa upah tukang.
Standar Proporsi Alokasi Biaya Konstruksi Mikro
| Komponen RAB | Persentase Ideal | Cakupan Pengeluaran |
|---|---|---|
| Bahan Material | 55% – 60% | Pembelian semen, pasir, batu bata, keramik, cat, baja ringan, & atap. |
| Upah Tukang / Pekerja | 30% – 35% | Ongkos harian atau borongan tukang kayu, tukang batu, & kenek. |
| Dana Cadangan (Contingency) | 10% | Sewa alat kerja, biaya angkut, & perbaikan struktur mendadak. |
Pertanyaan Sering Ditanyakan (FAQ RAB Renovasi)
Lebih hemat mana: Sistem Tukang Harian vs Tukang Borongan?
Sistem Tukang Harian cocok untuk renovasi skala kecil dengan pekerjaan fleksibel. Untuk renovasi total atau pekerjaan terukur (misal pasang keramik 50 m2), Sistem Borongan Jasa jauh lebih aman dari risiko pekerjaan yang diulur-ulur.
Mengapa perlu menghitung luas area dalam meter persegi (m2)?
Seluruh standar harga borongan konstruksi di Indonesia menggunakan satuan per meter persegi (m2) untuk memudahkan estimasi material dan ongkos tukang secara adil.
Dasar Rujukan & Regulasi Bangunan
Rujukan Standar: Indeks perhitungan pada kalkulator ini mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI) Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) Bidang Pekerjaan Umum Kementerian PUPR.