Memahami Skema TER PPh 21 untuk Perorangan & Pekerja Lepas
Pemerintah menetapkan metode Tarif Efektif Rata-Rata (TER) melalui PP No. 58 Tahun 2023 dan PMK No. 168 Tahun 2023. Tujuannya adalah menyederhanakan perhitungan PPh 21 perorangan untuk masa pajak bulanan (Januari hingga November) tanpa perlu memotong biaya jabatan secara rumit di setiap bulan.
Tiga Kategori TER Berdasarkan PTKP
Pengelompokan TER dibagi menjadi 3 kategori utama berdasarkan status PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak) wajib pajak perorangan:
- TER Kategori A: Berlaku untuk Wajib Pajak status
TK/0(PTKP 54 Juta),TK/1(PTKP 58,5 Juta), danK/0(PTKP 58,5 Juta). - TER Kategori B: Berlaku untuk Wajib Pajak status
TK/2,TK/3,K/1, danK/2(PTKP 63 Juta hingga 67,5 Juta). - TER Kategori C: Berlaku khusus Wajib Pajak status
K/3(PTKP 72 Juta).
Tabel Matriks Contoh Lapisan Tarif TER Bulanan (Kategori A)
| Penghasilan Bruto Bulanan (Rp) | Tarif TER A (%) | Estimasi Potongan PPh 21 (Rp) |
|---|---|---|
| s.d. Rp 5.400.000 | 0% | Rp 0 (Bebas Pajak) |
| > Rp 5.400.000 β Rp 5.650.000 | 0,25% | Rp 13.500 β Rp 14.125 |
| > Rp 5.650.000 β Rp 5.950.000 | 0,50% | Rp 28.250 β Rp 29.750 |
| > Rp 7.500.000 β Rp 8.550.000 | 1,50% | Rp 112.500 β Rp 128.250 |
| > Rp 10.050.000 β Rp 10.550.000 | 2,25% | Rp 226.125 β Rp 237.375 |
Bagaimana Aturan PPh 21 untuk Freelance & Pekerja Lepas?
Bagi freelance / pekerja lepas (kategori Bukan Pegawai yang menerima imbalan tidak berkesinambungan), pemotongan PPh 21 tidak menggunakan tabel TER bulanan, melainkan menggunakan rumus norma khusus:
PPh 21 Freelance = 50% Γ Penghasilan Bruto Kumulatif Γ Tarif Pasal 17 (5% s.d. 35%)